Berwisata ke Alun-Alun Kota Bandung, Tempat Ikonik di Kota Kembang

Berwisata ke Alun-Alun Kota Bandung, Tempat Ikonik di Kota Kembang

Alun-Alun Kota Bandung juga menjadi salah satu objek wisata ikonik di Kota Kembang. Belum lengkap rasanya ketika anda berlibur ke Bandung tanpa mengunjungi alun-alun kotanya. Lagipula, lokasi alun-alun tersebut di tengah Kota Bandung, sehingga mudah untuk menjangkaunya dari berbagai arah maupun moda transportasi. Anda bisa mengendarai kendaraan pribadi, ikut transportasi umum seperti bus, atau bahkan transportasi online yang hingga sekarang masih populer hingga pelosok daerah. Sesampainya di alun-alun, Anda bisa melakukan beragam aktivitas. Mulai dari sekedar berjalan-alan, jogging atau jenis olahraga lainnya, mencari kuliner menggugah selera, menonton pertunjukan yang ada di situ, dan lain sebagainya.

Namanya saja alun-alun, yaitu berwujud tanah lapang atau kosong yang hanya ditumbuhi rumput-rumput hijau saja. Hampir di tiap kota/kabupaten ada alun-alun terutama di pulau Jawa. Biasanya, alun-alun tersebut berdekatan dengan bangunan masjid agung atau besar. Begitu juga Alun-Alun Kota Bandung yang juga lokasinya berdampingan dengan Masjid Raya Bandung. Kedua situs atau objek wisata tersebut merupakan kebanggaan masyarakat Bandung, Jawa Barat, dan seluruh Indonesia. Maka dari itu, silakan Anda mengunjungi Bandung pada musim liburan yang akan datang.

Baca Juga : Gedung Sate Bandung sebagai Tempat Wisata Ikonik di Kota Kembang

Lalu, informasi apa yang menarik dan perlu diketahui perihal Alun-Alun Kota Bandung? Untuk lebih jelasnya, silakan membaca uraian di bawah ini yang semoga bermanfaat bagi Anda sekalian.

Sejarah Alun-Alun Kota Bandung

Sejah berdiri atau terbentuknya alun-alun tentu tidak akan terpisahkan oleh binatang bernama kuda yang pada zaman dulu menjadi alat transportasi paling efektif. Kuda dipakai karena cepat, kuat, dan gesit untuk mengantarkan barang-barang tertentu, seperti surat atau yang lainnya. Biasanya, kuda yang sudah dipakai dan dikendarai dalam jarak jauh harus diganti di pos pergantian. Kuda tersebut perlu beristirahat, makan, dan minum secukupnya agar bisa ditunggangi lagi keesokan harinya. Nah salah satu pos pengganti kuda di Kota Bandung pada saat itu berada di dekat gedung Kantor Pos Besar Bandung, yang sekarang di sebelah jalan raya pos atau Grote Postweg. Di sebelah selatan Grote Postweg itulah terdapat Alun-Alun Kota Bandung.

Tentu saja alun-alunnya di zaman dulu sangat berbeda dengan yang sekarang. Dulu, alun-alun hanya dipakai untuk tempat menggembalakan kuda, latihan perang, dan lain sebagainya. Hanya difungsikan sebagai tempat umum untuk kegiatan-kegiatan kemasyarakatan. Berbeda dengan alun-alun yang sekarang sudah menjadi tempat wisata dan mencari hiburan bagi banyak orang. Diketahui bahwa alun-alun tersebut menempel pada Masjid Raya Bandung. Bahkan, sudah dijadikan bagian plaza masjid tersebut yang biasanya dijadikan tempat untuk acara atau kegiatan tertentu. Misalnya, bazar buku, pengajian, dan lain sebagainya. Meskipun sudah melekat pada kompleks masjid, tetapi masyarakat Bandung masih menyebutnya alun-alun. Masyarakat masih bisa memanfaatkannya untuk aktivitas keseharian, seperti berolahraga, berkesenian, berkreativitas, dan masih banyak lagi. Hampir tiap hari Alun-Alun Kota Bandung ramai dikunjungi orang. Apalagi di hari Sabtu dan Minggu akan bertambah ramai karena di akhir minggu.

Baca Juga: Berwisata Religi dengan Mengunjungi Masjid Raya Bandung yang Megah

Diketahui bahwa renovasi dan penataan alun-alun sudah dilakukan beberapa kali. Terakhir penataan dilakukan pada tahun 2014 yang sekarang bisa Anda lihat dan kunjungi. Sudah tidak terlihat seperti lapangan luas yang tidak terawat. Namun, sudah menjadi sebuah taman luas yang indah dan tertata rapi. Rumput yang dipakai untuk alun-alunnya bukan rumput alami, tetapi jenis sintetis, sehingga tidak mudah rusak dan perawatannya lebih mudah. Di alun-alun tersebut juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas umum yang dapat dimanfaatkan langsung oleh banyak orang. Misalnya, perpustakaan, arena permainan anak, jaringan Wifi gratis, halte bus, dan yang lainnya. Semua itu dibangun dan dipersiapkan agar tiap pengunjung dapat merasakan lebih aman, nyaman, dan tenang. Alun-Alun Kota Bandung versi milenial tersebut diresmikan oleh Wali Kota Bandung yang saat itu dijabat Ridwan Kamil.

Alun-alun yang sudah disulap menjadi lebih bagus, indah, dan menarik perhatian. Oleh karena itu, silakan untuk mengunjunginya saat Anda liburan ke Bandung bersama keluarga tercinta dan orang terdekat. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan saat berada di Alun-Alun Kota Bandung agar tempatnya selalu nyaman untuk dikunjungi.

Baca: Mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika yang Penuh Sejarah

Terutama saat membawa makanan dan minuman untuk dikonsumsi, Anda harus membuang sisa-sisanya di tempat sampah yang sudah disediakan di sana. Selain kebersihan, kesopanan dalam berpakaian dan berperilaku juga harus dijaga. Jangan sampai melanggar norma-norma kesopanan dan kesusilaan saat mengunjungi alun-alun tersebut. Apalagi di dekatnya terdapat Masjid Raya Bandung.

Wisata gratis yang menyenangkan

Memang benar, Anda tidak akan dipungut biaya alias gratis saat mengunjungi Alun-Alun Kota Bandung. Bukan hanya mengunjunginya saja, tetapi juga menggunakan dan memanfaatkan beragam fasilitas yang disediakan di sekitar alun-alunnya. Silakan memanfaatkannya asalkan bisa menjaga sehingga tidak mudah rusak. Pasalnya, Anda tidak menggunakannya sendiri tetapi bersama banyak orang lain secara bergantian. Jadi, jangan mengeluh atau jengkel bila antriannya cukup panjang atau berdesak-desakan karena memang fasilitas umum.

Anda bisa menikmati sepuasnya suasana yang menyenangkan di alun-alun mulai dari pagi hingga malam hari. Pada pagi hari di hari biasa, mungkin banyak orang berolahraga di situ yang didominasi orang dewasa dan orang tua. Berbeda jika di akhir minggu, mulai dari anak kecil hingga orang tua terlihat di alun-alun melakukan aktivitasnya masing-masing. Pada siang hari yang panas terik, tentu saja sedikit yang beraktivitas di alun-alun. Paling hanya duduk-duduk di halte atau tempat lainnya untuk sekedar nongkrong, menikmati fasilitas Wifi gratis, dan lain sebagainya.

Baca: Menjelajahi Taman Pasupati Bandung yang Unik dan Menarik

Berbeda pada sore hari, satu per satu pengunjung berdatangan untuk menikmati suasana di alun-alun hingga waktu senja. Apalagi hari Sabtu dan Minggu, yang biasanya terdapat kegiatan atau acara di alun-alun yang diselenggarakan oleh pihak Masjid Raya Bandung atau Pemkot Bandung sendiri. Pada malam hari, sekitar alun-alun semakin ramai. Hal itu dikarenakan banyak warung-warung tenda di pinggiran jalan mulai membuka lapaknya. Tentu saja masing-masing warung mempunyai menu kuliner atau makanan dan minuman yang diunggulkan. Anda bisa memilih sendiri kuliner apa yang ingin dicicipi sesuai selera sendiri. Dijamin rasanya menggugah selera dan harganya cukup terjangkau di kantong.

Jangan lupa Anda yang beragama Islam untuk menyempatkan waktu berkunjung ke Masjid Raya Bandung untuk menunaikan sholat berjamaah atau sekedar beristirahat sejenak. Jadi, masjid raya dan Alun-Alun Kota Bandung memang dua objek wisata yang tidak bisa dipisahkan karena saling terkait. Keduanya menjadi ikon Kota Bandung yang harus Anda kunjungi saat liburan ke Kota Kembang. Maka dari itu, segera rencanakan untuk berwisata ke Bandung dalam musim liburan mendatang. Terutama Anda yang dari luar kota atau bahkan luar Pulau Jawa, seharusnya mempersiapkan dan merencanakan segala sesuatunya secara matang. Jangan liburan ke Bandung seorang diri. Lebih menyenangkan lagi mengajak serta seluruh anggota keluarga dan orang tercinta.

Berwisata ke Alun-Alun Kota Bandung, Tempat Ikonik di Kota Kembang | wowman99 |
error: Content is protected !!