Apa Itu Tekanan Darah Tinggi?

Apa Itu Tekanan Darah Tinggi?

Tekanan darah tinggi dikenal juga dengan hipertensi. Tekanan darah adalah sejumlah tekanan yang diberikan ke dinding arteri saat darah mengalir melaluinya – jika seseorang memiliki tekanan darah tinggi ini berarti dinding arteri menerima tekanan yang terlalu besar secara terus menerus – tekanan yang dianggap tinggi secara kronis serta dianggap sebagai hipertensi harus diperiksa terlebih dahulu. Dalam dunia kesehatan kronis berarti masa pengulangan; atau berkepanjangan.

Di Amerika Serikat sekitar 72 juta orang mengidap hipertensi – sekitar 1 dari 3 orang dewasa, menurut Institut Jantung, Paru dan Darah Nasional. Layanan Kesehatan Nasional Inggris memperkirakan sekitar 40% orang dewasa di Inggris mengidap penyakit ini. Institut Nasional Kesehatan memperkirakan sekitar dua pertiga orang di atas usia 65 tahun di Amerika Serikat mengidap tekanan darah tinggi.

Jantung adalah otot yang memompa darah ke seluruh tubuh secara terus menerus – setiap detik kehidupan kita. Darah yang memiliki tingkat oksigen rendah dipompa ke jantung, di mana persediaan oksigen akan diisi kembali. Darah yang kaya akan oksigen lalu dipompa kembali oleh darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh yang dibutuhkan oleh seluruh otot dan sel dalam tubuh. Pemompaan darah tersebut yang menciptakan tekanan – tekanan darah.

Ketika kita mengukur tekanan darah, kita mengukur dua jenis tekanan:

  1. Tekanan Sistolik – tekanan darah ketika jantung mengerut, terutama ketika tekanan terbesar dikeluarkan saat kontraksi. Ini terjadi ketika kamar jantung sebelah kiri mengerut.
  2. Tekanan Diastolik – tekanan darah di antara detak jantung, ketika jantung beristirahat dan melakukan dilasi (membuka, melebar).

Ketika tekanan darah seseorang diambil oleh dokter atau perawat, mereka membutuhkan kedua tekanan sistolik dan diastolik tersebut. Angka yang muncul biasanya adalah angka yang lebih besar terlebih dahulu (tekanan sistolik), diikuti oleh angka yang lebih kecil (tekanan diastolik). Angka tersebut diikuti dengan singakta “mmHg”, yang berarti milimeter merkuri.

Jika disebutkan bahwa tekanan darahnya adalah 120 dari 80 (120/80 mmHg), hal tersebut berarti tekanan sistoliknya adalah 120 mmHg dan tekanan diastoliknya 80 mmHg.

Siapapun yang memiliki tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih terus menerus dapat dikatakan mengidap tekanan darah tinggi, atau hipertensi.

Tekanan darah biasanya terbagi menjadi lima kategori:

  • Hipotensi (tekanan darah rendah) – Sistolik 90 mmHg atau kurang, atau Diastolik 60 mmHg atau kurang
  • Normal – Sistolik 90-119 mmHg, dan Diastolik 60-79 mmHg
  • Prehipertensi – Sistolik 120-139 mmHg, dan Diastolik 80-89 mmHg
  • Hipertensi Stadium 1 – Sistolik 140-159 mmHg, dan Diastolik 90-99 mmHg
  • Hipertensi Stadium 2 – Sistolik lebih dari 160 mmHg, dan Diastolik lebih dari 100 mmHg

Banyak orang yang mengidap tekanan darah tinggi tidak akan mengalami gejala apapun hingga mencapai tingkat 180/110 mmHg. Ketika gejala mulai muncul, biasanya berupa:

  1. Sakit kepala – biasanya untuk beberapa hari.
  2. Mual – perasaan tidak nyaman pada perut dan merasa ingin muntah.
  3. Muntah – lebih jarang terjadi dibanding mual.
  4. Pening – Kepala terasa ringan, tubuh terasa ringan, dan vertigo.
  5. Pandangan kabur atau pandangan ganda (diplopia).
  6. Epistaksis – Mimisan.
  7. Palpitasi – Perasaan tidak nyaman atau tidak biasa dan/atau perut terasa kram.
  8. Dispnea – Sesak nafas, asma.

Demikian informasi singkat seputar Tekanan Darah Tinggi, semoga bisa berguna dan diambil manfaatnya.

Apa Itu Tekanan Darah Tinggi? | wowman99 |