Batu Mustika : Reaksi Keindahan dan Kekuatan Alam

Batu Mustika : Reaksi Keindahan dan Kekuatan Alam

Sebuah batu mustika atau batu permata (atau disebut juga batu mulia atau batu semi-mulia, atau perhiasan) adalah sepotong mineral, yang, dipotong dan dipoles, untuk dibuat sebagai perhiasan atau hiasan lain. Namun beberapa batuan (seperti lapis lazuli), atau bahan alami lain yang bukan mineral (seperti amber atau jet), juga digunakan sebagai perhiasan, karena itu batuan tersebut sering dianggap sebagai batu mustika juga.

Kebanyakan batu mustika memiliki tingkat kekerasan, namun beberapa juga merupakan mineral lembut yang digunakan dalam perhiasan karena kilauannya atau faktor fisik lainnya memiliki nilai keindahan. Kelangkaan adalah karakteristik lain yang dimiliki batu mustika. Berbeda dengan perhiasan, sejak jaman dahulu hingga abad ke-19 batu mustika yang diukir dan ukiran di batu keras seperti cangkir adalah sebuah bentuk seni yang bernilai tinggi; ukiran Carl Faberge adalah contoh terakhir dari bentuk tradisi ini.

Penggolongan tradisional di Barat, dimulai sejak zaman Yunani Kuno, yang dimulai dengan pemisahan batu mulia dan batu semi-mulia; sama seperti pemisahan yang dilakukan di budaya lain. Dalam penggunaan modern yang termasuk batu mulia adalah berlian, rubi, safir dan zamrud, batuan lain yang tidak termasuk di dalamnya tergolong batu semi-mulia. Perbedaannya terlihat dari kelangkaan batu-batu tersebut di masa kuno, begitu juga kualitasnya: semua adalah batu yang dapat ditembus cahaya dengan warna asli yang indah, kecuali berlian yang tidak berwarna, dan sangat keras, dengan tingkat kekerasan 8 hingga 10 skala Mohs.

Batuan lain dikelompokkan berdasarkan warna, kejernihan dan tingkat kekerasannya. Pemisahan tradisional tidak lagi terlalu digunakan dalam penilaian modern, sebagai contoh, garnet sebenarnya tidak mahal tapi, sebuah garnet hijau yang disebut Tsavorite, dapat menjadi lebih mahal daripada zamrud kualitas menengah. Istilah tidak resmi dari batuan semi-mulia yang digunakan di sejarah seni dan arkeologi adalah batu keras. Penggunaan istilah ‘mulia’ dan ‘semi-mulia’ dalam konteks komersial adalah, dianggap keliru karena berarti beberapa batu pada hakikatnya lebih berharga daripada batu lain, yang sebenarnya tidak benar.

Di masa modern batu mustika diidentifikasi oleh gemologist, yang mendeskripsikan batu dan karakteristiknya menggunakan terminologi teknis yang spesifik dengan bidang gemologi. Karakteristik pertama yang digunakan gemologist untuk mengidentifikasi batu mustika adalah komposisi kimianya. Sebagai contoh, berlian terbuat dari karbon (C) dan rubi dari aluminium oksida (AI2O3). Berikutnya, banyak batuan adalah kristal yang diklasifikasikan berdasarkan sistem kristalnya seperti kubik atau trigonal atau monoklinik. Istilah lain yang digunakan adalah habit, bentuk yang biasa ditemukan pada batu. Sebagai contoh berlian, yang memiliki sistem kristal kubik, biasanya merupakan segi delapan.

Batu mustika dikelompokkan menjadi grup, spesies, dan varietas yang berbeda. Sebagai contoh, rubi adalah varietas merah dari spesies korondum, sementara warna lain dari korondum adalah safir. Contoh lain adalah Zamrud (hijau), Aquamarine (biru), Red Beryl (merah), goshenite (tidak berwarna), Heliodor (kuning), dan Morganite (merah muda), yang semuanya termasuk ke dalam spesies mineral beryl.

Batu Mustika : Reaksi Keindahan dan Kekuatan Alam | wowman99 |