Cerita Motivasi: Akhirnya Aku Bisa Kuliah

Cerita Motivasi: Akhirnya Aku Bisa Kuliah

Cerita motivasi adalah cerita yang berisi tentang bagaimana kita bisa menularkan semangat untuk terus maju kepada orang lain. Semua orang pasti diciptakan dengan keadaan yang berbeda dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Tapi kita harus ingat bahwa kita tidak boleh menyerah dan mengalah pada keadaan. Membangkitkan motivasi atau spirit dikala hati dan pikiran jatuh sangatlah perlu. Karena ketika diri termotivasi maka itulah awal jalan kita untuk meraih sebuah kata “SUKSES”.

Siang itu suasana ruang BK SMA salah satu kota Malang sangat ramai. Banyak anak kelas 12 yang mondar-mandir keluar-masuk ruangan itu. Ya hari ini adalah hari terakhir melakukan registrasi dan pendaftaran SNMPTN Undangan. Diantara ratusan siswa kelas 12 itu, Fanya adalah anak yang beruntung bisa ikut seleksi masuk kuliah lewat jalur undangan. Fanya adalah seorang siswa yang cukup berprestasi di sekolahnya namun keadaan keluarga dan perekonomianya tidaklah cukup bagus seperti prestasinya. Fanya anak ke 5 dari 5 bersaudara, ayah Fanya hanyalah seorang tukang kebun sebuah Sekolah Dasar (SD) dan ibu Fanya seorang pedagang sayur keliling. Keadaan ekonomi boleh kurang tapi Fanya punya otak cerdas yang terus memotivasi dirinya untuk bisa terus memperbaiki keadaan keluarganya.

“Fanya kamu jadi ambil kuliah dimana?” tanya Linda tetangga Fanya.
“Aku pinginya ambil di ITB Lin”.
“Apa ? ITB ? mahal lo disana, emang kamu ada biaya?” tanya Linda dengan nada meremehkan
“Di coba dulu saja Lin” jawab Fanya
“Oh ya sudah coba saja, aku saja daftar di UB”
“Semoga kita ketrima Lin”
“Pasti aku ketrima dong”
“Amin Lin”

Fanya hanya menahan hati mendengar ucapan Linda yang sedikit membuatnya pesimis. Dia teringat biaya apa yang akan digunakan kalau dia ketrima kuliah di ITB.

♦♦♦

“Assalamu’alaikum”
“Wa’alaikumsalam eh sudah pulang nduk” jawab ibu
“Bu Fanya sudah daftar kuliah, maaf Fanya tidak bilang ibu. Fanya milih daftar di Bandung bu di ITB. Fanya ingin jadi insinyur hebat hehehe”
“Fanya kenapa kamu gak cerita ke ibu? Mau bayar pake apa kalau kamu ketrima? Ibu berharap kamu kerja dulu”
“hmmmmm…….” Fanya yang menekuk muka melihat respon ibunya

Sore itu, setelah sholat ashar Fanya hanya mengurung dirinya dikamar. Dia memikirkan perkataan ibunya. Tapi hati Fanya masih bersih keras ingin kuliah di ITB. Tiba-tiba handphone Fanya berbunyi

“Hallo, assalamu’alaikum”
“Fanya selamat ya kamu dapat beasiswa ke Singapura untuk kuliah di NTU” celetuk Bu Gya guru BK Fanya
“Subhanallah benar itu bu ?” tanya Fanya dengan suarau parau menahan tangis
“Iya jadi kamu sebaiknya membatalkan daftar ke ITB”
“Terima kasih Tuhan terima kasih Bu Gya”
Tuuut….tuuuuut….

Hati Fanya gembira tak karuan mendengar berita itu. Tapi Fanya bingung dia tidak pernah daftar kuliah di Singapura. Keesokan harinya Fanya menemui Bu Gya untuk menanyakan hal ini.

“Bu sepertinya saya tidak pernah daftar ke Singapura”
“iyaa ibu yang daftarin”
“Loh kenapa ibu gak meminta izin saya dulu”
“Sudahlah Fanya kamu itu ibu bantu”
“Tapi saya ragu bu”

“Orang kamu gak punya biaya ke ITB saja mau daftar, itu membebani peluang anak saya, Dito yang juga mau daftar kesana, sebaiknya kamu ke NTU saja, setelah kuliah kamu kerja disana bayar hutang beasiswa itu tadi, jadi kamu istilahnya kuliah ngutang”

“Jadi ini alasan ibu? Kenapa ibu tidak adil ? saya sudah membatalkan mengikuti SNMPTN itu mengapa ibu baru bercerita?

“Sudahlah.. saya masih banyak urusan lagian utang ibumu sama saya banyak kamu ikuti saja perkataan saya. ”

♦♦♦

Dunia seakan runtuh, Fanya tak mengerti apa kesalahan yang diperbuat hinga membuat dirinya disakiti orang lain. Bu Gya memang guru BK Fanya sekaligus tetangga Fanya yang terkenal kaya dan pelit. Setiba dirumahnya Fanya langsung menangis dan menceritakan ke ibunya.

“Sudahlah nduk, kamu jangan ke Singapura”
“Kamu bekerja saja, membantu perekonimian kita”
“Fanya mau kuliah bu, dibangku kuliah nanti ada banyak beasiswa bu yang bisa saya dapatkan, tapi harapan masuk kuliah lewat jalur undangan sudah ditutup” keluh Fanya
“Yang sabar nduk, kamu sholat tahajud sana nanti malam, rajin puasa, belajar, usaha lagi. Allh tidak pernah tidur nduk”
“Iya bu, Fanya ingin buktikan Fanya bisa kuliah dengan biaya sendiri”

Hari demi hari Fanya hanya menyimpan sakit hatinya melihat teman-temannya yang semangat memikirkan kuliah. Dia mulai terbiasa dan kembali fokus untuk persiapan Ujian Nasional. Tiap malam dia bangun belajar dan mengikuti saran ibunya untuk ikhtiar. Usaha Fanya tak sia-sia saat pengumuman kelulusan dia mendapat peraih nilai UN tertinggi disekolahnya.

“Inilah awal kesuksesanku” kata Fanya dengan pasti

Bulan terus berganti dan pengumuman SNMPTN jalur undangan tiba. Hati Fanya kembali pilu melihat teman-temanya ada yang sudah diterima di perguaruan tinggi impianya. Fanya hanya berdoa dan terus belajar untuk mempersiapkan SNMPTN jalur tulis. Dia tak sepeti teman-teman lainya yang mengikuti berbagai bimbingan yang biayanya jutaan rupiah itu. Fanya justru mengisi waktu liburanya dengan membantu ibunya bekerja, dia memutuskan untuk bekerja di salah satu toko. Penghasilan dari kerjanya dia pergunakan untuk membeli buku kumpulan soal-soal SNMPTN dan sebgain dia tabung. Tiap hari dia bekerja samapai sore hari. Ibarat pribahasa sambil menyelam minum air. Ya sambil bekerja Fanya juga belajar.

Suatu ketika Fanya bertemu dengan saudaranya yang juga seorang guru. Dia memberitahu bahwa ada program beasiswa bidikmisi. Dimana jika mendapatkan beasiswa ini dia bisa kuliah di PTN mana saja tanpa dipungut biaya apapun dan mendapat pesangon tiap bulannya. Mendengar berita ini kegalauan hati Fanya sedikit memudar. Fanya langsung mencari informasi di internet mengenai program ini. Setelah menelusuri dia akhirnya mendaftar sebagai peserta bidikmisi dan dengan optimis mendaftar kuliah lewat SNMPTN jalur tulis di ITB. Kesedihan Fanya tidaklah selamanya. Mimpi Fanya terwujud dia lolos SNMPTN jalur tulis di ITB jurusan Teknik Fisika.

“Akhirnya ITB tak hanya menjadi bunga tidurku. Inilah awal kesuksesanku” kata Fanya sambil meneteskan air mata distasiun saat itu.

Cerita Motivasi: Akhirnya Aku Bisa Kuliah | wowman99 |
error: Content is protected !!