Eritrosit, Sel Darah Merah yang Miliki Tugas Penting Dalam Tubuh

Eritrosit, Sel Darah Merah yang Miliki Tugas Penting Dalam Tubuh

Sel darah merah melakukan tugas terpenting dari darah. Satu tetes darah berisi jutaan sel darah merah yang terus menerus melakukan perjalanan ke seluruh tubuh mengantarkan oksigen dan menghilangkan limbah tubuh. Jika sel darah merah tidak melakukan hal ini, tubuh Anda akan perlahan-lahan mati.

Sel darah merah, atau eritrosit, adalah jenis paling umum dari sel darah dan hal terpenting dari organisme bertulang belakang untuk mengirimkan oksigen (O2) ke jaringan tubuh lewat aliran darah melalui sistem peredaran darah. Sel darah merah mengambil oksigen di paru-paru atau insang dan melepaskannya saat masuk ke dalam kapileri tubuh.

Sitoplasma sel ini kaya akan hemoglobin, sebuah zat besi yang berisi biomolekul yang dapat mengikat oksigen dan bertanggung jawab atas warna merah pada darah. Membran sel terbuat dari protein dan lipid, dan struktur ini menyediakan hal-hal penting yang dibutuhkan oleh sel untuk berfungsi dengan baik seperti kemampuan membentuk kembali dan stabilitas saat melalui sistem peredaran darah terutama saat masuk ke jaringan kapileri.
Pada manusia, sel darah merah dewasa fleksibel dan berbentuk oval.

Sel darah merah ini kekurangan nukleus sel dan memiliki lebih banyak organel, untuk mengakomodasi ruang maksimal bagi hemoglobin. Kira-kira 2,4 juta eritrosit baru diproduksi setiap detiknya. Sel ini dibuat di tulang sumsum dan bersirkulasi kira-kira 100-120 hari di tubuh sebelum komponennya didaur ulang oleh makrofag. Setiap peredaran darah membutuhkan waktu sekitar 20 detik. Kira-kira seperempat sel di tubuh manusia adalah sel darah merah.

Sel darah merah juga dikenal sebagai RBC, sel merah, haematid, sel eritroid atau eritrosit (berasal dari bahasa Yunani erythros yang berarti “merah” dan kytos yang berarti “kapal berongga”, dan –cyte diartikan sebagai “sel” dalam penggunaan modern). Paket sel darah merah adalah sel darah merah yang telah didonasikan, diproses, dan disimpan di bank darah untuk transfusi darah.

Ketika tingkat oksigen dalam jaringan tubuh manusia berkurang – contohnya karena olahraga, luka atau penyakit – ginjal mengeluarkan sebuah hormon yang disebut eritropoietin. Hormon ini merangsang produksi sel darah merah. Ketika sel darah merah akan memasuki peredaran darah, sel ini kehilangan nukleusnya sehingga sel akan sangat ringan dan erat, memberikan karakteristiknya. Sel darah merah akan menutup seperti payung, dan akan dapat masuk ke dalam kapileri tersempit, sehingga dapat mengirimkan oksigen yang penting untuk tubuh.

Sel darah merah berisi sejumlah besar hemoglobin – protein yang memberikan darah warna merah serta kapasitas mengikat oksigen. Setiap sel darah merah hidup sekitar 120 hari dan melalui perjalanan panjang sekitar 300 mil ke seluruh tubuh sepanjang usianya itu.

Karena tubuh manusia terus menerus memproduksi darah, maka aman bagi orang dewasa yang sehat untuk mendonasikan darah. Darah ini kemudian akan disimpan dan digunakan saat situasi darurat. Biasanya setelah mendonasikan darah, pendonor akan merasakan pusing sesaat karena hilangnya sel darah merah yang kaya oksigen serta gula darah. Namun, tubuh akan segera menstabilkan diri secara otomatis seperti sediakala.

Eritrosit, Sel Darah Merah yang Miliki Tugas Penting Dalam Tubuh | wowman99 |