Kawah Putih Bandung Selatan, Wisata Alam Meng"Adem"kan

Kawah Putih Bandung Selatan, Wisata Alam Meng”Adem”kan

Apa itu Kawah Putih Bandung Selatan? Dimana lokasinya dan apa yang menarik dari tempat tersebut? Anda sekalian yang menanyakan kedua pertanyaan di atas silakan membaca tulisan ini hingga tuntas. Pasalnya, di sini akan secara lengkap menginformasikan kepada Anda semua mengenai salah satu objek wisata di Bandung tersebut. Khususnya, Anda yang dalam waktu dekat ini akan berlibur ke Bandung sudah seharusnya mengetahui beragam destinasi wisata di sana yang direkomendasikan untuk dikunjungi. Jangan lupa Anda mengajak seluruh anggota keluarga dan orang tercinta saat nanti liburan ke Bandung.

Baca juga: Gedung Sate Bandung sebagai Tempat Wisata Ikonik di Kota Kembang

Ternyata, ada cukup banyak objek wisata di Bandung yang pantas dan layak Anda kunjungi satu persatu. Tentu saja tidak cukup satu atau dua hari saja untuk bisa mengunjungi semuanya. Oleh karena itu, rencanakan secara detail segala kebutuhan dan pernak-pernik saat ingin liburan ke Bandung agar nanti Anda merasa puas. Sementara itu, salah satu yang tidak boleh dilewatkan saat liburan ke sana, yaitu mengunjungi Kawah Putih Bandung Selatan. Lalu, informasi apa yang perlu diketahui perihal tempat wisata tersebut? Untuk lebih jelasnya, silakan membaca uraian berikut yang semoga bermanfaat bagi Anda.

Informasi umum Kawah Putih Bandung Selatan

Kawah Putih merupakan sebuah danau yang terbentuk dari letusan Gunung Patuha. Akibat letusannnya, terbentuk cekungan yang sedikit demi sedikit terisi air tawar. Namun, masih ada unsur belerang di dasar maupun sekitar danaunya, sehingga berwarna putih airnya. Daya tarik utama dari tempat wisata ini adalah kawah putihnya tersebut. Bukan hanya warna putih saja air di danaunya, tetapi bisa berubah warna, seperti kehijauan, kebiruan, dan yang lainnya. Keindahan kawah putih tersebut akan lebih indah saat dilihat dari atas bukit. Oleh karena itu, tidak sedikit pengunjung yang rela mendaki ke tempat yang paling tinggi di antara Kawah Putih tersebut hanya untuk panorama keindahannya.

Baca: Berwisata Religi dengan Mengunjungi Masjid Raya Bandung yang Megah

Diketahui bahwa Kawah Putih Bandung Selatan berlokasi di Ciwidey, Bandung, Jawa Barat. Kawah putihnya berada pada ketinggian sekitar 2090 meter di atas permukaan laut atau di dataran tinggi. Oleh karena itu, jangan heran jika kondisi cuaca dan suhu di sana cukup dingin. Terutama pada pagi dan malam hari. Apalagi di musim penghujan yang suhunya bisa menurun lagi. Anda harus mempersiapkan jaket atau baju hangat saat ingin ke sana agar tidak kedinginan. Namun tak perlu khawatir, Anda bisa menghangatkan diri dengan membuat api unggun di malam hari.

Api Unggun Dalam Gemerlap Bintang

Pasalnya, ada tempat khusus camping di sekitar Kawah Putih yang bisa dipakai pengunjung. Suasana menjadi lebih hangat saat Anda bisa bercengkerama sambil menikmati makanan dan minuman hangat. Anda bisa mendekatkan diri dengan alam sambil menikmati keindahan ciptaan Tuhan yang terbentang di angkasa raya. Jika cuaca cerah alias tidak mendung, Anda bisa melihat kerlap-kerlip bintang di langit malam yang begitu indah. Dengan begitu, Anda bisa menikmati sepuasnya pemandangan tersebut.

Pastikan api unggun yang dinyalakan sudah mati bara apinya saat ingin ditinggalkan. Hal tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kebakaran atau yang lainnya. Selain itu, jangan membuang sampah sembarangan. Sampah dalam bentuk dan wujud apapun. Misalnya, bekas wadah makanan atau minuman kemasan dalam botol yang biasanya banyak dibawa pengunjung. Buanglah semua sampah yang Anda hasilkan di tempat-tempat sampah dan sekali lagi jangan membuang di sembarang tempat. Jika Anda belum menemukan tempat sampahnya, masukkan sampah tersebut di plastik kresek, lalu bawa hingga menemukan tempat sampah. Dengan cara tersebut, Anda sudah berperan aktif menjaga lingkungan alam di kawasan Kawah Putih Bandung Selatan.

Sejarah penemuan Kawah Putih Bandung Selatan

Diketahui bahwa Gunung Patuha yang di puncaknya terdapat Kawah Putih seperti sekarang ini pernah meletus hebat yang di sekitar abad ke-10 Masehi. Setelah letusan hebatnya, terbentuk cekungan yang masih mengepulkan asap putih berbau belerang yang menyengat. Cekungan itulah yang sedikit demi sedikit terisi oleh air hujan yang turun selama bertahun-tahun, sehingga terbentuklan danau air tawar.

Uniknya, kandungan belerang dan gas beracunnya masih pekat setelah letusan gunung, sehingga tidak sedikit hewan yang mendekati kawasan tersebut atau burung terbang di atas danauhnya akan mati lemas kehabisan oksigen. Kondisi semacam itulah yang menjadikan masyarakat sekitar Gunung Patuha menyebutnya angker dan setiap orang yang naik dan mendekati puncaknya akan mati. Maklum saja karena masyarakat zaman dulu yang masih tradisional dan percaya dengan mitos serta sejenisnya. Kepercayaan seperti itu yang membuat tidak ada satu pun orang berani mendaki Gunung Patuha.

Sampai pada tahun 1837, seorang ilmuwan asal Belanda bernama Dr. Franz Wilhelm Junghuhn memberanikan diri mendaki Gunung Patuha dengan alasan ilmu pengetahuan. Dia menyangkal dan tidak percaya semua mitos yang berkembang di masyarakat terkait gunung yang didakinya tersebut. Junghuhn mendaki sendirian sampai puncaknya dan melihat pemandangan danau berwarna putih dengan bau belerang yang masih menyengat.

Junghuhn memang tidak berani mendekati danau tersebut karena mengetahui bahwa bau belerang tersebut beracun dan bisa membahayakan nyawanya sendiri. Semenjak pendakian yang dilakukan Junghuhn dan kembali dengan selamat, sedikit demi sedikit penduduk setempat mulai memberanikan diri mendaki puncak Gunung Patuha. Namun demikian, mereka masih berhati-hati karena di puncak gunungnya mengeluarkan gas beracun belerang.

Baca Juga: Menikmati Air Terjun Pelangi di Curug Cimahi yang Mempesona

Selanjutnya, Kawah Putih Bandung Selatan mulai populer dikenal masyarakat Bandung, Jawa Barat, hingga pelosok Indonesia bahkan hingga mancanegara. Pada tahun 1987, pemerintah daerah setempat mulai mengembangkan kawasan di situ sebagai salah satu tempat wisata yang bisa dikunjungi semua orang tanpa terkecuali. Sementara terkait gas beracun belerang yang ditakuti masyarakat sekitar, seiring perjalanan waktu semakin menipis kandungan gasnya. Dengan begitu, tiap orang atau pengunjung tak perlu khawatir lagi saat mengunjungi Kawah Putih di Ciwidey tersebut. Asalkan jangan terlalu dekat dengan sumber semburan gas yang hingga sekarang memang masih ada.

Liburan ke Tempat Nan Indah

Anda bisa menuju lokasi Kawah Putih Bandung Selatan dari Kota Bandung dengan jarak sekitar 50 km. Anda dapat ke sana mengendarai kendaraan pribadi atau umum. Jika belum pasti dan paham jalannya, tak perlu ragu atau malu untuk bertanya kepada masyarakat sekitar Bandung yang pastinya selalu siap membantu. Dalam perjalanan, Anda akan disuguhi pemandangan alam khas pegunungan, seperti hamparan kebun teh, hutan pinus, dan lain sebagainya.

Hawa sejuk pegunungan bisa langsung Anda rasakan meskipun belum sampai lokasi tujuan. Sesampinya di sana, Anda harus membayar tiket masuknya terlebih dulu, yaitu Rp 17.000/orang untuk wisatawan lokal atau domestik dan Rp 50.000/orang untuk wisatawan asing. Jangan lupa selalu mengabadikan momen penuh kebahagiaan di sana dalam bentuk foto dan video.

Selanjutnya: Keindahan Curug Maribaya, Pesona Alam Tak Tergantikan

Itulah informasi menarik dari objek wisata Kawah Putih Bandung Selatan. Selamat berlibur ke Bandung dan semoga Anda sekalian diberi kesehatan.

Kawah Putih Bandung Selatan, Wisata Alam Meng”Adem”kan | wowman99 |