Mengukur Pembuluh Darah dan Mengurangi Resiko Serangan Jantung

Mengukur Pembuluh Darah dan Mengurangi Resiko Serangan Jantung

Pelatih kebugaran telah lama memuji keunggulan dari mengukur otot-ototmu. Sekarang, peneliti kesehatan mencari cara yang serupa untuk mengukur pembuluh darah.

Bayangkan saja ini sebagai pembuluh darah yang sehat. Jadi, apa hubungannya mengukur pembuluh darah dengan kesehatan? Semakin baik ukuran pembuluh darahmu – yaitu keseluruhan sistem peredaranmu – semakin kecil kerja yang dilakukan jantungmu untuk memompa darah. Ketika jantung memompa darah dengan lancar, tanpa hambatan dari pembuluh darah, resiko serangan jantung akan menurun.

Meskipun olahraga sangat penting untuk menyelaraskan otot, kebiasaan makan dan mengkonsumsi suplemen juga memiliki efek besar dalam hal penyelarasan pembuluh darah. Mengkonsumsi makanan segar dan antioksidan adalah cara terbaik untuk menjaga keselarasan pembuluh darah yang terbaik.

Konsep dari peningkatan pembuluh darah berpusat pada endothelium, sebuah lapisan sel tipis yang berada di dalam pembuluh darah tubuhmu. Peneliti mengetahui bahwa sel endothelial ini adalah pemain utama dalam mengalirkan darah, tekanan darah, dan bahkan pembekuan darah. Sel ini mengeluarkan berbagai macam kimia yang memberi sinyal pada pembuluh darah untuk membesar dan mengecil, yang membantu mengalirkan darah, serta mengaktifkan sel yang berhubungan dengan pembekuan darah.

Pembuluh darah yang sehat adalah yang elastis dan fleksibel, dapat mengikuti berubahan dalam aktivitas fisik dan berbagai tingkatan stress. Namun pada penyakit endothelial, pembuluh darah mengeras dan mengurangi aliran darah (sirkulasi) sebesar 15 persen atau lebih. Jantungmu harus bekerja lebih berat untuk menyesuaikan perbedaan tersebut.

Meskipun dokter tahu bahwa penyakit endothelial adalah faktor resiko utama untuk penyakit jantung koroner, tapi tidak mudah mengukurnya hanya dari lingkungan penelitian universitas saja. Sehingga, kamu harus melindungi kesehatan endothelium dengan kebiasaan makan yang baik.

Salah satu penelitian yang menghubungkan diet dan penyakit endothelial dilakukan hampir 10 tahun yang lalu di University of Maryland School of Medicine di Baltimore. Gary D. Plotnick, M.D., dan rekan-rekannya membandingkan efek dari sarapan fast-food “lemak tinggi” dan suplemen antioksidan pada 20 pria dan wanita sehat. Mereka menggunakan ultrasound untuk mengukur perubahan pembuluh darah dan aliran darah di arteri brakialis, arteri yang sama yang digunakan untuk mengukur tekanan darah di lengan bagian atas.

Plotnick menemukan bahwa paket sarapan yang biasa ditemukan di McDonald’s memberikan penurunan pembuluh darah dan aliran darah secara signifikan dan cepat. Perubahan ini bertahan hingga dua sampai empat jam (sampai secara normal seseorang akan merasa kembali lapar untuk kembali makan makanan fast-food). Namun berita baiknya adalah: mengkonsumsi 800 IU vitamin E dan 1.000 mg vitamin C mencegah perubahan berbahaya pada fungsi endothelial.

Penelitian ini menunjukkan kelebihan dari vitamin E dan C, dan Plotnick menyimpulkan bahwa antioksidan membantu mengatur fungsi endothelial menjadi normal. Namun Plotnick keliru mendeskripsikan sarapan fast-food sebagai yang tertinggi kandungan lemak jenuhnya. Beberapa menu sarapan menyediakan sejumlah besar lemak jenuh, namun juga mengandung lemak trans, karbohidrat olahan dan gula – semuanya dapat menyebabkan efek berbahaya pada pembuluh darah.

Mengukur Pembuluh Darah dan Mengurangi Resiko Serangan Jantung | wowman99 |
error: Content is protected !!