Mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika yang Penuh Sejarah

Mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika yang Penuh Sejarah

Apakah Anda sudah pernah mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika? Jika belum, sudah tepat Anda membaca artikel ini karena akan membahas tentang objek wisata di Bandung yang satu ini lebih detail. Memang benar, museum ini merupakan salah satu destinasi wisata bertema sejarah perjuangan. Bukan hanya perjuangan bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah sekaligus memerdekakan diri, tetapi juga negara-negara lain di kawasan benua Asia dan Afrika. Ada satu tujuan dan cita-cita dari negara-negara di Asia Afrika tak terkecuali Indonesia, yaitu ingin menjadi bangsa merdeka dan mandiri. Oleh karena itu, digagas sebuah konferensi yang diikuti oleh banyak negara di kawasan benua Asia dan Afrika yang membicarakan resolusi kemerdekaan dari tiap bangsa yang mengikuti konferensi tersebut.

Itulah sedikit cerita dan gambaran mengenai Konferensi Asia Afrika yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perjuangan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, peristiwa Konferensi Asia Afrika hingga sekarang masih bisa dikenang karena sudah ada museum yang dapat dikunjungi masyarakat umum tanpa terkecuali. Mulai dari anak-anak hingga orang tua, pria ataupun wanita. Semuanya bisa mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan yang bermanfaat. Lalu, apa yang perlu diketahui mengenai tempat wisata di Bandung ini? Untuk lebih jelasnya, silakan membaca uraian berikut.

Informasi Umum

Anda juga perlu mengetahui informasi umum mengenai Museum Konferensi Asia Afrika. Diketahui bahwa gedung museumnya didirikan pada tanggal 24 April 1980 dengan luas area sekitar 7500 meter persegi. Lokasinya di Jalan Asia – Afrika Nomor 65 Kota Bandung, Jawa Barat. Museum ini merupakan memorabilia dari Konferensi Asia Afrika yang diselenggarakan pada waktu dulu. Dibuat memorabilia semacam itu, karena pristiwa konferensinya dianggap sangat penting dan bermanfaat untuk generasi yang akan datang. Berkaitan erat dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam rangka melepaskan diri dari penjajahan oleh negara lain.

Baca: Berwisata ke Alun-Alun Kota Bandung, Tempat Ikonik di Kota Kembang

Museum Konferensi Asia Afrika merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Gedung Merdeka yang memang berdampingan. Jadi, Anda yang ingin mengunjungi Gedung Merdeka jangan lupa untuk mengunjungi museumnya juga, begitu juga sebaliknya. Latar belakang dari pembangunan gedung museum ini adalah permintaan dan keinginan dari banyak pemimpin negara di kawasan Asia dan Afrika untuk mengenal lebih dekat perihal Konferensi Asia Afrika. Oleh karena itu, tercetus ide pembangunan museumnya oleh Menteri Luar Negeri Indonesia saat itu yang dijabat oleh Mochtar Kusumaatmadja. Selanjutnya, ide tersebut terus bergulir hingga disetujui pembangunannya.

Museum Penuh Sejarah

Akhirnya, Museum Konferensi Asia Afrika diresmikan pada 24 April 1980 yang bertepatan dengan peringatan 25 tahun Konferensi Asia Afrika. Dimana pada tanggal 18 – 24 April 1955 di Kota Bandung dilaksanakan Konferensi Asia Afrika. Salah satu hasil konferensinya adalah Dasa Sila Bandung, yaitu pedoman bagi bangsa atau negara di seluruh dunia khususnya di kawasan benua Asia dan Afrika yang masih terjajah oleh negara lain, untuk memperjuangkan kemerdekaannya serta melepaskan diri dari penjajahan. Setelah Konferensi Asia Afrika terlaksana, semangat bagi banyak negara di dunia yang masih terjajah untuk memerdekakan diri semakin membara. Satu per satu negara berhasil bangkit melawan penjajahan dan memerdekaan diri.

Baca: Menjelajahi Taman Pasupati Bandung yang Unik dan Menarik

Penjajahan secara fisik satu per satu sudah mulai terhapuskan. Sebagai gantinya, terjadi penjajahan dalam bentuk yang tak kasat mata, tetapi dampaknya begitu besar dan merugikan. Misalnya, penjajahan di bidang ekonomi yang secara langsung atau tidak sangat menyengsarakan masyarakat kecil. Dimana produk-produk luar negeri buatan negara lain membanjiri Indonesia, sementara produk buatan anak bangsa tersingkirkan sedikit demi sedikit. Semoga saja semangat dari Konferensi Asia Afrika juga bisa menghapus penjajahan ekonomi semacam itu.

Apa yang menarik dari Museum Konferensi Asia Afrika?

Namanya saja museum sehingga tidak heran jika barang atau perak-pernik yang dipamerkan suna kuno dan jadul (zaman dulu). Hanya saja tema dari barang dan pernak-perniknya berlainan. Begitu juga di Museum Konferensi Asia Afrika memamerkan beragam barang yang berkaitan dengan peristiwa konferensi negara-negara di kawasan Asia dan Afrika pada saat itu. Terutama pada wujud foto, dokumen, dan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan kegiatan konferensinya. Selain itu, ada beragam pernak-pernik barang yang juga ikut dipamerkan di dalam museum. Tentu saja dengan cerita dan sejarahnya masing-masing. Semua itu menjadi hal unik dan menarik bagi Anda sekalian yang melihat dan membacanya. Sudah pasti pengetahuan Anda semakin bertambah karena sudah mengetahui banyak hal dari semua yang dipamerkan di dalam museum.

Wisata Edukasi Yang Sangat Penting

Sangat cocok dijadikan sebagai objek wisata edukasi atau pendidikan untuk pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum. Ternyata, bukan hanya wisatawan lokal dan domestik saja yang mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika. Tidak sedikit wisatawan asing juga mengunjunginya. Mereka ingin mengenal lebih dekat perihal peristiwa Konferensi Asia Afrika.

Baca juga: Upside Down World Bandung, Tempat Wisata yang Instagramable Banget

Dengan mengunjungi dan melihat keseluruhan barang yang dipamerkan di dalam museum tersebut, mereka mendapatkan informasi lebih lengkap, detail, dan valid. Informasi yang mungkin berkaitan dengan negara asal turis asing tersebut karena dulunya ikut menghadiri Konferensi Asia Afrika. Namun sayangnya, informasi mendetail tidak didapatkan di negaranya.

Jangan lupa untuk mengabadikan tiap spot, barang, atau momen penting saat mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika. Siapa tahu ada koleksi barang baru yang dipamerkan di museumnya, sehingga sudah seharusnya dijepret dengan gadget yang Anda miliki masing-masing. Saat keluar dari gedung museumnya, Anda bisa membeli suvernir atau cinderamata yang masih berkaitan dengan Konferensi Asia Afrika. Cinderamata tersebut bisa Anda jadikan oleh-oleh dari Bandung atau sekedar benda kenang-kenangan saja. Harganya pun cukup terjangkau dan bervariasi. Disesuaikan saja dengan keinginan dan budget keuangan Anda sendiri.

Tiket masuknya gratis

Memang benar. Anda tidak disuruh membeli tiket atau harus membayar uang dalam jumlah tertentu. Dengan kata lain, tiket masuk Museum Konferensi Asia Afrika gratis. Oleh karena itu, jangan sampai melewatkan untuk mengunjungi gedung museumnya saat Anda liburan ke Bandung. Meskipun gratis, tetapi fasilitas yang dipersiapkan dan ditawarkan di gesung museumnya cukup lengkap, aman, dan nyaman. Misalnya, toilet bersih, beberapa bangku untuk tempat duduk yang nyaman, mushola bagi pengunjung yang ingin sholat, dan lain sebagainya. Namun yang paling penting dan bermanfaat, yaitu informasi serta pengetahuan yang didapatkan saat berkunjung ke museum tersebut. Pengetahuan mengenai Konferensi Asia Afrika yang erat kaitannya dengan proses perjuangan bangsa Indonesia dalam membebaskan diri dari penjajah.

Baca juga: Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Pesona Alam Jernihkan Mata

Banyak pelajaran penting yang didapatkan dari kunjungan ke Museum Konferensi Asia Afrika. Salah satunya adalah rasa nasionalisme berkebangsaan yang nilai tersebut sangat penting dimiliki oleh generasi muda Indonesia. Maka dari itu, wisata edukasi dengan mengunjungi museum di Bandung ini bisa dijadikan alternatif berwisata yang menarik dan menambah ilmu sejarah. Selamat liburan di Bandung dan semoga Anda bisa bersenang-senang.

Mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika yang Penuh Sejarah | wowman99 |
error: Content is protected !!