Niat, Doa, Tata Cara Mandi Wajib – Junub Yang Benar Ala Nabi

Niat, Doa, Tata Cara Mandi Wajib – Junub Yang Benar Ala Nabi

Yang paling dicari saat ini berupa Niat mandi wajib, tata cara + doa mandi junub penting diketahui terutama bagi laki-laki dan perempuan muslim. Adus atau mandi wajib merupakan rangkaian kehidupan yang pasti mutlak dilalui oleh manusia. Meskipun mandi besar tidak rutin dilakukan setiap saat, namun hal ini menjadi sangat penting di pahami karena bisa berpengaruh pada ibadah lainnya.

Mandi wajib merupakan sebuah rangkaian kegiatan membasuh (sekaligus membersihkan) keseluruhan anggota tubuh dengan maksud menghilangkan hadas besar. Adapun beberapa penyebab hadats besar diantaranya mimpi basah, keluarnya air mani dan hubungan suami dan istri dan yang semisal tersebut. Selain hal tersebut bagi wanita yang sudah kelar masa haid juga diwajibkan mandi junub. Bagi yang habis melahirkan (wiladah) dan juga nifas juga wajib mandi adus. Yang terakhir mandi junub juga dilakukan pada orang yang meninggal dunia. Namun dalam artikel ini, kami tidak akan membahas tata cara mandi wajib bagi jenazah.

Ada pun poin-poin penting yang akan dibahas dalam artikel ini diantaranya :

  • Pengertian Mandi Wajib
  • Bacaan Niat dan Doa Mandi Junub Yang Benar
  • Tata Cara Mandi Wajib
  • Hukum Mandi Wajib
  • Hal-hal Yang Menyebabkan Mandi Wajib
  • Pertanyaan Seputar Mandi Junub
  • DLL

Sejatinya dalam setiap ibadah kita diharuskan untuk mencontohnya dari Baginda Nabi Muhammad SAW. Dalam rangkaian inilah kami coba menghadirkan artikel lengkap agar memudahkan pembaca untuk memahaminya.

Pengertian Mandi Wajib

 

Agar lebih mengerti, sebaiknya pahami terlebih dahulu makna dan arti dari mandi wajib itu sendiri.

Niat Mandi Wajib

Dalam setiap langkah terkhusus bagi umat islam, kedudukan niat menjadi penilaian utama dalam setiap ibadah yang dilakukan. Apapun ibadahnya, niatnya harus karena Allah Ta’ala, bukan hal lainnya. Dengan sangat pentingnya fungsi dari niat ini, tentu kita harus benar-benar memurnikan niat kita dalam segala hal yang dilakukan. Ada pun sama juga halnya dengan niat dalam mandi junub ini.

Dibawah ini niat mandi wajib yang bisa anda gunakan. Sebelumnya, kami sampaikan terlebih dahulu untuk niat ini jangan dilafalkan atau dijaharkan (jangan dikeraskan suaranya) saat anda telah berada didalam kamar mandi. Cukup baca didalam hati saja.

Tata Cara Mandi Janabah

Ada 2 tata cara dalam mandi janabah

  • Tata cara minimal

Cara yang pertama hanya melingkupi hal-hal yang wajib saja. Diantaranya adalah niat, kemudian mandi dengan membasuh semua anggota badan. Air harus sampai pada kulit tubuh maupun kulit kepala.

  • Tata cara sempurna

Cara yang kedua mandi wajib dengan meniru apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Didalamnya termaktub hal yang wajib dan sunnah dalam mandi junub.

Mandi Junub sifatnya janabah dalam artian air yang digunakan untuk mandi harus mengenai seluruh area tubuh kita. Beberapa hadits yang menerangkan tentang tata cara mandi wajib ini terdapat dalam Kitab Shahih Bukhari dan Muslim dengan dua sumber yang berbeda, yang pertama bersumber dari istri Nabi yaitu Aisyah RA dan yang kedua bersumber dari istri Nabi yang lainnya yaitu Maimunah RA.

Menilik hadits riwayat Al bukhori nomor 248 dan Muslim nomor 316 yang bersumber dari Aisyah RA :

Dari hadits diatas beberapa poin dalam tata cara mandi junub yaitu :

  1. Yang pertama ambil air untuk membasuh kedua belah tangan
  2. Kemudian setelahnya berwudhu (Wudhu seperti wudhu sholat biasa)
  3. Dari bejana (gayung) mengambil sebagian air lalu setelah itu menyela-nyela rambut, diratakan dengan tangan (jadi tidak langsung menyiram air)
  4. Ambil air kembali, setelah itu membasuh dan menyiramkan ke kepala secara keseluruhannya (hanya di area kepala, belum ke badan dan lainnya)
  5. Ambil air kembali, lantas setelahnya barulah di siramkan dari kepala ke seluruh bagian tubuh secara menyeluruh.

Hadits yang di riwayatkan dari Maimunah dari abdulah ibn abbas dalam Al bukhari nomor hadits 265

Tata cara mandi janabah menurut hadits diatas yaitu :

  • Ambil air kemudian setelahnya membersihkan kemaluan memakai tangan kiri.
  • Sehabis itu membersihkan tangan bisa memakai sabun (Zaman dulu Nabi membersihkan tangannya ketanah atau tembok)
  • Ambil wudhu selayaknya mau sholat, namun bagian kaki belum dibasuh.
  • Ambil air, siram bagian kepala
  • Kemudian barulah mengguyur secara keseluruhan
  • Bagian terakhir setelah selesai barulah mencuci kaki.

Dari kedua hadits dengan riwayat yang berbeda diatas kemudian ulama menggabungkan kedua hadits tersebut, sehingga dibuatlah susunan yang lebih lengkap dibawah ini :

1Mengambil air lantas mencuci tangan (Di sunnahkan 3X)
2Ambil air lagi kemudian mencuci atau membersihkan kemaluan (memakai tangan kiri)
3Mencuci tangan menggunakan sabun (Kalau dizaman Nabi, karena belum ada sabun, Nabi SAW menempelkan/menepuk tangannya ketembok atau ketanah) untuk menghilangkan kotoran atau kuman dsb (Di sunnahkan 3X)
4Berwudhu seperti wudhu sholat pada umumnya (wudhu lengkap sampai kaki)
5Ambil air lalu gunakan tangan untuk sela-sela kepala / rambut.
6Setelahnya ambil air lagi lanjut kemudian membasuh kepala dan tubuh secara menyeluruh
7Kemudian barulah mandi seperti biasa

Step by step diatas kami rangkum dari videonya ustadz Adi Hidayat dan juga ustadz Abdul Somad.

RANGKUMAN TATA CARA MANDI WAJIB (STEP BY STEP LENGKAP) :

VIDEO CARA MANDI JUNUB

Hukum Mandi Junub

Tentu saja dalam islam terdapat beberapa hukum dalam ritual ibadah yang dilakukan. Antara ibadah yang satu dengan yang lainnya terkadang memiliki hukum yang berbeda dengan tata cara tersendiri dan aturan-aturan tersendiri. Betapa beruntungnya kita karena dalam Islam semuanya telah diatur dengan sangat lengkap. Sehingga benarlah dan sudah terbukti bahwa agama inilah yang paling sempurna.

Untuk mandi junub sendiri hukumnya adalah WAJIB sebagaimana dalam beberapa dalil dibawah ini :

Hal-hal Yang Menyebabkan Mandi Wajib

Setidaknya terdapat beberapa hal yang menyebabkan seseorang diwajibkan untuk berjunub. Hal ini harus diketahui bagi kita umat muslim agar bisa menambah bekal pengetahuan agama dan semakin baik dalam berislam secara mendalam.

  • Selepas berhubungan suami-istri
  • Mimpi basah
  • Ketika berhentinya darah haidh dan nifas serta wiladah
  • Ketika orang kafir masuk Islam
  • Mandi wajib bagi orang yang meninggal (bagi yang mati syahid tdk wajib dimandikan)

Pertanyaan Seputar Mandi Junub

Meskipun sudah dijelaskan secara terperinci, terkadang masih saja ada dalam benak kita beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan mandi wajib. Entah itu mengenai tata caranya maupun hal-hal yang berkaitan dengan penyebab diharuskannya mandi wajib. Untuk membuat artikel ini menjadi sangat lengkap, kami akan coba merangkum beberapa pertanyaan yang umumnya sering ditanyakan seputar mandi wajib.

Pertanyaan : Perlukah memandikan, mengkafani dan menshalatkan janin bayi yang keguguran?

Jawab :

==

Pertanyaan : Seandainya ada rangkaian yang lupa dan terlewat apakah harus di ulangi?

Jawab : Sebaiknya diulangi lagi, seperti saat berwudhu, kalau ada yang terlewatkan lebih baik di ulangi.

==

Pertanyaan : Kalau setelah o-n-a-n-i atau menonton film p-o-r-n-o apakah harus mandi wajib?

Jawab : Yang jelas langkah awal yang harus dilakukan adalah memohon ampun kepada Allah SWT terlebih dahulu, niatkan untuk taubat nasuha, niatkan untuk tidak lagi melakukan perbuatan-perbuatan dosa tersebut. Barulah kemudian mandi wajib dan mandi taubat (kemudian sholat taubat).

==

Pertanyaan : Apakah saat keputihan diharuskan mandi wajib?

Jawab : Tidak diharuskan mandi junub

==

Pertanyaan : Setelah berniat mandi wajib, saat saya mandi disungai langsung menceburkan diri ke air, apakah mandi wajibnya sah?

Jawab : Sah, karena sudah memenuhi rukun mandi wajib. Namun pahala-pahala sunnahnya tidak didapatkan.

==

Pertanyaan : Apakah boleh mandi wajib sambil t-e-l-a-n-j-a-n-g dan apakah wudhunya sah?

Jawab : Boleh dan mandi wajibnya sah, serta wudhunya juga sah. Namun dalam islam ada istilah “adab” yang sangat penting untuk diperhatikan. Terutama adab kepada Allah SWT, tidakkah kita merasa malu ketika tidak ada satupun selembar benang dibadan, sekalipun dalam kondisi sendirian di kamar mandi. Beberapa jawaban yang kami rangkum baik itu dari Buya Yahya, Ustadz Abdul Somad dan lainnya mengatakan mandi wajibnya sah dan wudhunya juga sah, namun alangkah lebih baiknya jika memakai “basahan”, setidaknya untuk menutupi daerah utama aurat.

Catatan : Adab dalam mandi entah itu mandi biasa atau mandi junub alangkah lebih indahnya jika memakai “basahan”. Namun bagi yang tidak mau memakainya, tidak masalah karena memang juga ada dalilnya.

Demikian rangkuman niat dan doa mandi junub dalam rangkaian yang sangat lengkap termasuk didalamnya tata cara yang wajib dan juga sunnah-sunnah yang sangat penting untuk diperhatikan. Semoga artikel yang kami sampaikan hari ini bisa digunakan dan di ambil manfaatnya.

==

Tambahan rujukan :

tebuireng.online/perlukah-memandikan-jenazah-bayi/ (diakses pada 11 nov 2018)
youtube.com/watch?v=LgR8RUrR5Qg (diakses pada 11 nov 2018)
nu.or.id/post/read/79857/niat-cara-dan-adab-mandi-janabah (diakses pada 11 nov 2018)
youtube.com/watch?v=hZnwktAAFOo (diakses pada 11 nov 2018)

Niat, Doa, Tata Cara Mandi Wajib – Junub Yang Benar Ala Nabi | wowman99 |
error: Content is protected !!