5 Faktor Utama Studi Kelayakan Bisnis

5 Faktor Utama Studi Kelayakan Bisnis

Studi kelayakan bisnis adalah sebuah evaluasi dan analisis dari potensi proyek yang diajukan berdasarkan pemeriksaan secara luas dan penelitian untuk mendukung proses penentuan keputusan. Studi kelayakan bisnis bertujuan secara obyektif dan rasional untuk mengetahui kekuatan dan kekurangan dari sebuah bisnis yang sudah ada atau usaha yang akan dibuat, kesempatan dan ancaman yang muncul dari lingkungan, hal-hal yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis, dan tentunya prospek kesuksesannya.

Dalam istilah sederhana, dua kriteria untuk menilai kelayakan bisnis adalah biaya yang dibutuhkan dan nilai yang akan didapat. Dengan begitu, sebuah studi kelayakan bisnis harus menyediakan latar belakang historis dari bisnis atau proyek tersebut, deskripsi produk atau layanannya, perhitungan akuntansi, detail dari operasi dan pengelolaannya, penelitian pemasaran dan peraturannya, data keuangan, syarat-syarat hukum dan kewajiban pajak. Secara umum, studi kelayakan bisnis merupakan awal dari pengembangan teknis dan implementasi proyek.

LIMA FAKTOR UTAMA

Singkatan TELOS digunakan untuk menunjuk pada lima area studi kelayakan bisnis yaitu – Technical, Economic, Legal, Operational, dan Scheduling.

Kelayakan Teknologi dan sistem

Penilaiannya berdasarkan desain luar dari kebutuhan sistem, untuk menentukan apakah perusahaan tersebut memiliki keahlian teknis untuk menyelesaikan proyeknya. Ketika menulis laporan kelayakan, hal berikut ini harus dipertimbangkan:

  • Deskripsi singkat dari bisnis untuk mengetahui faktor-faktor lain yang mungkin muncul dan mempengaruhi studi
  • Bagian dari bisnis yang sedang diperiksa
  • Faktor manusia dan ekonomi
  • Solusi yang mungkin dilakukan terhadap masalah-masalah yang timbul

Pada tingkat ini, perhatiannya adalah tentang apakah proposal ini layak secara teknis dan hukum (dengan asumsi biaya telah cukup).

Kelayakan Hukum

Menentukan apakah sistem yang diajukan memiliki kemungkinan masalah dengan syarat hukum, contohnya sistem pengolahan data harus menaati peraturan dari Undang-Undang Perlindungan Data pemerintah lokal.

Kelayakan Operasional

Kelayakan operasional adalah tolok ukur dari seberapa jauh sistem yang diajukan dapat memecahkan masalah-masalah yang ada, dan mengambil keuntungan dari kesempatan-kesempatan yang ditemukan selama definisi lingkup bisnis dan bagaimana sistem ini dapat memenuhi syarat yang ditentukan dapat tahap analisis dari pengembangan sistem.

Kelayakan Ekonomi

Tujuan dari penilaian kelayakan ekonomi adalah untuk menentukan keuntungan ekonomi positif pada organisasi yang akan dilayani oleh sistem yang diajukan. Hal ini termasuk penentuan jumlah dan identifikasi dari semua keuntungan yang diharapkan. Penilaian ini biasanya melibatkan analisis biaya/keuntungan.

Kelayakan Teknis

Penilaian kelayakan teknis berfokus pada pencapaian pengertian dari sumber teknis organisasi yang ada dan kemampuan mereka mengaplikasikannya dalam tujuan memenuhi kebutuhan dari sistem yang diajukan. Ini adalah evaluasi dari hardware dan software dan cara mereka memenuhi kebutuhan sistem yang diajukan.

Kelayakan Jadwal

Sebuah proyek akan gagal jika membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikannya sebelum sungguh-sungguh dapat digunakan. Biasanya hal ini berarti penentuan berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh sistem untuk dikembangkan, dan apakah sistem ini dapat diselesaikan sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan menggunakan berbagai macam metode.

Kelayakan jadwal adalah sebuah tolok ukur apakah jadwal proyek tersebut masuk akal. Dengan penggunaan para ahli dalam teknisnya, apakah tenggat waktu proyek masuk akal? Beberapa proyek dimulai dengan tenggat waktu yang spesifik. Anda harus menentukan apakah tenggat waktu tersebut benar-benar tidak dapat berubah atau fleksibel.

5 Faktor Utama Studi Kelayakan Bisnis | wowman99 |