Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Pesona Alam Jernihkan Mata

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Pesona Alam Jernihkan Mata

Ada sebuah objek wisata menarik di Bandung yang bernama Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Dari judulnya, kita bisa mengorek banyak informasi penting terutama bagi Anda yang ingin liburan ke Bandung. Pasalnya, liburan ke sana jangan hanya mengunjungi tempat-tempat yang memang sudah populer. Namun, tidak ada salahnya Anda berkunjung ke tempat-tempat wisata di Bandung yang bisa disebut antimainstream. Dengan begitu, Anda bisa menemukan pengalaman dan kesenangan baru yang tidak bisa dilupakan.

Seperti halnya berkunjung ke taman hutan raya atau bisa disebut hutan kota Bandung. Anda bisa membayangkan sendiri di tengah-tengah Kota Bandung yang ramai dan berseliweran banyak kendaraan bermotor, ternyata masih bisa menghirup udara sejuk dan bersih. Tentu saja menghirup udaranya bukan di tengah jalan raya yang padat kendaraan karena Anda hanya akan menghirup polusi udaranya. Namun, udara sejuk itu bisa didapatkan dari beragam pohon dan tumbuhan di sebuah area yang memang sudah dipersiapkan menjadi hutan raya.

Terkait: Gedung Sate Bandung sebagai Tempat Wisata Ikonik di Kota Kembang

Hutan yang satu ini memang bersifat artifisial atau buatan karena memang tak mungkin tumbuh hutan alami di tengah Kota Bandung yang padat. Adapun fungsi utama hutan raya tersebut adalah menjaga ekosistem alami sekaligus menyediakan pasokan oksigen untuk menyegarkan seluruh kawasan Bandung dan sekitarnya. Jadi, jangan heran jika Anda ke Bandung dan masih bisa merasakan kesejukan dan kesegaran udaranya karena ada hutan raya ini.

Lalu, informasi apa yang perlu diketahui lebih detail mengenai Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda ini? Untuk lebih jelas dan lengkapnya, silakan membaca uraian berikut.

Apa itu Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda?

Sebuah pertanyaan mendasar yang sekaligus jawabannya perlu Anda ketahui sebelum benar-benar mengunjunginya nanti. Diketahui bahwa taman hutan raya ini merupakan sebuah kawasan konservasi yang mengkombinasikan antara sistem alam sekunder dan hutan tanaman. Luas hutannya sekitar 550 hektar yang membentang dari kawasan Dago Pakai sampai Maribaya. Sementara untuk lokasinya, yaitu terletak di Kampung Pakar, Desa Ciburial, Cimenyan, Bandung, Jawa Barat. Lokasinya berada di ketinggian antara 770 – 1330 meter di atas permukaan laut, sehingga bisa dikategorikan sebagai dataran tinggi.

Sebanyak sekitar 2500 jenis tanaman tumbuh di taman hutan raya ini. Pada awalnya, pengelolaan hutan raya dipegang oleh Perhutani. Namun sekarang, sudah dikelola sepenuhnya oleh Dinas Kehutanan Pemprov Jawa Barat. Anda sebagai wisatawan dipersilakan untuk mengunjungi Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda tentu saja karena ada daya tarik tersendiri di sana. Lalu, apa saja daya tarik tersebut? Informasi ini perlu Anda ketahui sebelum Anda benar-benar akan mengunjunginya nanti.

Baca: Keindahan Curug Maribaya, Pesona Alam Tak Tergantikan

Kawasan hutannya yang alami sangat cocok untuk sekedar berjalan-jalan maupun berolahraga. Terutama Anda yang menyukai olahraga lintas alam, sepertinya perlu mencoba track di hutan raya Djuanda. Ternyata, di dalam kawasannya juga terdapat beberapa objek wisata yang bisa Anda kunjungi dan nikmati. Misalnya, Monumen Ir. H. Djuanda, Curug Omas, Curug Dago, taman bermain, tebing keraton, dan masih banyak lagi. Jadi, hanya dengan mengunjungi satu destinasi wisata saja di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Anda bisa menikmati banyak objek wisata lain di dalamnya. Anda bisa beristirahat, bersenang-senang, bermain dan berolahraga sepuasnya, mencari kuliner yang enak, serta mendapatkan spot foto paling unik dan menarik. Semua itu hanya ada di taman hutan raya yang ada di Bandung. Jadi, silakan untuk merencanakan kunjungan ke taman hutan tersebut bagi Anda sekalian yang belum pernah ke sana.

Lalu, kenapa dinamai Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda?

Hal tersebut tak terlepas dari sejarahnya yang tidak ada salahnya Anda mengetahui informasinya. Inilah taman terbesar yang pernah dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda di Indonesia dalam wujud hutan lindung, bernama hutan lindung Gunung Pulosari yang perintisannya dimulai sejak tahun 1912. Peresmian sebagai hutan lindung dilakukan di tahun 1922. Selanjutnya, kawasan hutan tersebut terus dibangun dan ditata tentu saja secara bertahap seiring pergantian gubernur dan pejabat terkait di Jawa Barat.

Pada tahun 1963, Ir. H. Djuanda meninggal dunia yang pada tahun yang sama kawasan hutan ini dipersiapkan sebagai hutan wisata. Untuk mengenang jasa-jasa Ir. H. Djuanda, kawasan hutannya dijadikan Kebun Raya Rekreasi Ir. H. Djuanda. Secara resmi, Kebun Raya Hutan Rekreasi Ir. H. Djuanda diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat Mashudi pada 23 Agustus 1965.

Baca juga: Upside Down World Bandung, Tempat Wisata yang Instagramable Banget

Selanjutnya, berubah status menjadi nama Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda pada tahun 1985 hingga sekarang.
Inilah taman hutan raya pertama yang dimiliki Indonesia. Sudah pasti masyarakat Bandung dan Jawa Barat sangat bangga karena memiliki sebuah tempat alami berkawasan hutan, tetapi di dalamnya terdapat banyak objek wisata bagus sebagai destinasi rekreasi dan berwisata.

Tempat Wisata yang Menyegarkan

Dengan begitu, masyarakat Bandung tak perlu jauh- jauh berkunjung atau liburan ke luar kota hanya untuk menikmati suasana alami lengkap dengan curug atau air terjun, taman bermain, kuliner enak-enak, dan keseruan lainnya. Pasalnya, sudah ada kawasan semacam itu di Bandung yang bernama Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Bahkan, kawasan hutan ini sudah menjadi destinasi wisata yang populer.

Bukan hanya populer di Indonesia saja, tetapi hingga mancanegara. Buktinya, tidak sedikit turis asing yang terlihat di kawasan hutan raya tersebut. Mereka ada yang sekedar berjalan-jalan santai, memotret banyak hal di situ, hingga menulis dan mengumpulkan data seperti dalam penelitian. Maka dari itu, sudah seharusnya kita bangga memiliki taman hutan raya semacam itu.

Terkait: Berwisata Religi dengan Mengunjungi Masjid Raya Bandung yang Megah

Bandung sebagai salah satu kota besar di Indonesia sudah memiliki kawasan hutan raya di tengah kotanya, meskipun rintisan sejak zaman penjajahan Belanda. Kota-kota besar lainnya di Indonesia juga jangan sampai kalah dan ketinggalan. Sudah seharusnya juga merintis kawasan serupa mulai dari sekarang, bila memang belum memilikinya. Bukan hanya sekedar dijadikan tempat wisata saja, tetapi juga berfungsi dan bermanfaat banyak. Misalnya, menjaga ekosistem lingkungan, menjaga keberadaan air bersih, dan lain sebagainya. Itulah yang dinamakan keseimbangan, dimana pembangunan di kota besar yang cepat harus tetap menjaga kelestarian lingkungan alamnya.

Lalu, berapa harga tiket masuknya?

Untuk objek wisata di Bandung yang satu ini, tidak gratis alias Anda harus membayar tiket masuknya. Pihak pengelola sudah menetapkan harga tiket masuk Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda sebesar Rp 12.000/orang untuk wisatawan lokal dan domestik. Sementara untuk wisatawan asing atau mancanegara, mereka harus membayar tiket masuknya sebesar Rp 76.000/orang. Sebuah harga tiket yang sebanding dengan keseruan dan kesenangan saat Anda mengeksplorasi seluruh kawasan hutan raya ini.

Selanjutnya: Menikmati Keindahan Panorama Gunung Tangkuban Perahu

Segera rencanakan liburan ke Bandung dan jangan lupa mengunjungi Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Ajaklah seluruh anggota keluarga, sahabat, dan orang terdekat agar bisa bersenang-senang bersama-sama.

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Pesona Alam Jernihkan Mata | wowman99 |