Waspada Resiko Serangan Jantung Pada Anak-Anak

Waspada Resiko Serangan Jantung Pada Anak-Anak

Apakah Anda tahu berapa usia arteri anak Anda? Pertanyaan ini sangat penting karena ilmuwan secara mengejutkan telah menemukan hubungan antara kebiasaan kesehatan di masa kecil dengan resiko penyakit jantung dan serangan jantung di masa dewasanya. Ada kekhawatiran yang terus meningkat terhadap kesehatan jantung dari jutaan anak-anak di setiap negara yang tergolong obesitas atau kelebihan berat badan.

Penelitian terbaru menemukan bahwa untuk mengetahui kesehatan arteri anak secara mudah dapat menggunakan perhitungan yang berdasarkan pada sebuah komponen yang sering terlewat dalam kolesterol: trigliserida.

Perhitungannya adalah perbandingan dari trigliserida dengan HDL, atau kolesterol baik. Perhitungan ini dapat dilihat dengan mudah melalui tes darah kolesterol standar. Dalam penelitiannya, dari hampir 900 anak-anak serta remaja, peneliti menemukan bahwa semakin tinggi tingkat perbandingannya, semakin besar kemungkinan anak tersebut memiliki arteri yang tebal atau arteri yang rusak.

Masalah juga timbul pada yang disebut penebalan arteri. Pada orang dewasa hal ini biasanya muncul dari kombinasi penuaan serta efek jangka panjang dari tekanan darah, kolesterol, dan masalah lain dalam pembuluh darah selama puluhan tahun. Hal ini meningkatkan resiko serangan jantung, stroke, dan kematian tiba-tiba.

Ketika penebalan arteri ini muncul pada anak-anak, hal ini menandakan sebuah “penuaan yang dipercepat” dan biasanya meningkatkan resiko hal-hal berbahaya yang mungkin terjadi di masa-masa remajanya. Berita baiknya adalah, para dokter percaya bahwa kesehatan masih dapat diperbaiki dan dikembalikan lagi pada arteri anak-anak dan remaja melalui aktivitas fisik rutin dan diet sehat. Hal ini juga termasuk mengurangi asupan makanan manis dan makanan tinggi karbohidrat seperti kentang, beras putih dan pasta.

Di akhir tahun 2011, kekhawatiran bahwa generasi anak-anak sekarang telah memiliki resiko jantung yang cukup besar membuat pemerintah Amerika merekomendasikan pemeriksaan kolesterol berkala pada anak-anak yang berusia di antara 9 sampai 11 tahun.

Secara umum, fokusnya adalah tes untuk mengetahui tingkat LDL, atau kolesterol jahat, karena inilah yang meningkatkan kemungkinan resiko serangan jantung dan stroke. Banyak bukti telah menunjukkan bahwa resiko penyakit jantung bisa dikurangi dengan mengurangi tingkat LDL menggunakan sebuah obat yang disebut statin.

Namun trigliserida dan HDL yang rendah – komponen lain yang juga dikukur dalam tes darah kolesterol standar – adalah cerminan dari diet yang salah dan gaya hidup yang tidak sehat, yang oleh para peneliti ditunjuk sebagai aktor utama penyebab obesitas pada anak-anak dan orang dewasa. Hal ini sering tidak diperhatikan karena usaha untuk mengembangkan obat-obatan yang mencegah penyakit serius dengan melupakan komponen-komponen kecil tersebut lebih diutamakan sebagai jalan pintas.

Strategi terbaik yang harus dilakukan dokter seharusnya adalah meminta anak-anak menghindari atau mengurangi secara signifikan konsumsi makanan bergula, termasuk minuman soda dan minuman kesehatan, yang merupakan kontributor terbesar yang mempengaruhi tingkat trigliserida.

Waspada Resiko Serangan Jantung Pada Anak-Anak | wowman99 |